Ibu dari dua orang anak yang sedang tumbuh dewasa. Suka dengan burung hantu karena lucu walaupun suaranya nggak merdu.
|
 |
Belakangan ini kekhawatiran saya meningkat, itu si mas dan adek tenang-tenang saja, walaupun tahun depan keduanya akan memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Rasanya ini mulut dari awal semester lalu udah semakin berbusa-busa memotivasi dan "menceramahi" keduanya, tapi sepertinya nggak berefek pada yang bersangkutan . Ditambah lagi dengan "mood" keduanya yang on off itu dan ketidakpedulian mereka akan tenggat waktu, tak pelak julukan ibu-ibu bawel sudah berkumandang jauh hari sebelumnya.
Menyampaikan harapan saya sebagai orangtua, sudah diskak mat dari kemarin-kemarin, "jadi, ibu nggak percaya nih sama aku, masak setiap aku belajar mesti lapor, lagian kan aku udah janji, nanti ibu tunggu aja hasilnya, pokoknya aku gak akan ngecewain kalian deh."
Doh, musti bilang apa coba, ilmu tarik ulur kok rasanya udah nggak manjur, ajakan belajar bersama juga nggak mempan, malah menurut mereka saya mau memata-matai. Sekali dua mereka mau "mengajari" saya dengan menceritakan kembali pelajaran yang mereka terima di sekolah, walau itu hanya terbatas pada mata pelajaran favorit mereka saja.
Sesungguhnya, saya menikmati sekali "diajari" oleh si mas dan adek, terutama bila isu yang dibahas agak-agak gimana gitu, dan saya banyak menganga waktu si mas berkata, "ibu tuh nggak boleh berpandangan sempit, kata siapa lesbi, gay, poliandri atau incest itu salah, kita mau ngomongin dari sudut mana nih, agama, etika apa sosiologi". Nah.. nah.. nah... Atau kadang saya malah tertawa geli *dalam hati tentunya* waktu tau kalo si mas pingin banget masuk surga, supaya bisa makan babi panggang masak alkohol!!! "Di surga nggak ada makanan haram, bu".
Dan diskusi ini bisa jadi panjang atau malah berakhir dengan "gak mutu" menurut penilaian si Mas, bila adek, sang licking man (julukan dari si mas lagi), mulai membanggakan prestasinya di sekolah.
bu, sekarang semua murid kelas 9 dikelompokin
buat apa?
selama pendalaman materi, biar nggak ada yang jomplang gitu kalo lagi belajar, ada 5 kelompok, A-E, aku dapet kelompok B *sambil nyengir jaim*
bagus dong kalo gitu, bersaing ketat ya ...
ah, biasa aja tuh *masih nyengir jaim*. eh, ibu masih inget kan kalo anak2 MAT (music art theatre) harus pentas sebagai tugas akhirnya
iya masih, emang kapan, kok ibu gak pernah liat kamu sibuk ngapalin naskah
justru itu tugas beratnya bu, gurunya cuma ngasih garis besar ceritanya, kata-katanya improvisasi sendiri
o gitu, trus kamu jadi siapa?
mmm siapa ya, lupa
kok?
tapi, seperti biasa, gini gini juga aku jadi pemeran utama lho
ohya? selamet ya dek... trus garis besar ceritanya tentang apa?
oh, tentang orang yang memiliki kesulitan dalam BAB, dan akhirnya penyakit itu mewabah di seluruh kota
heh? dan kamu jadi pemeran utamanya?
si adek mengangguk kuat diiringi gelak tawa si mas dari kamarnya....
Jadi teringat kembali, bertahun-tahun silam adek juga pernah dengan bangganya berkata "aku jadi pohon!!" saat pentas di kelulusan TKnya .
|