Entry: Si Pohon Kehidupan Thursday, June 07, 2012




Terinspirasi oleh kontes Tree of The Year 2012 yang diadakan oleh komunitas Greenweb Indonesia, akhirnya jadi pingin cerita tentang pohon semasa kecil deh.


http://s1259.photobucket.com/albums/ii559/jshannaz/


Entah berapa umur pastinya, tapi pohon ini telah ada sejak pindah ke rumah itu 41 tahun lalu. Sebenarnya nggak ada yang istimewa dari pohon jambu air, tapi sebatang pohon buah di pemukiman padat penduduk di Jakarta benar-benar suatu kemewahan.

Setiap mengunjungi orang tua, pohon jambu air yang kini banyak ditumbuhi benalu adalah yang pertama terlihat, dan kenangan masa kecil pun kembali menyeruak. Betapa tidak, pohon itu memenuhi segala imajinasi terliar seorang anak. Di cabang terbawah yang mudah dijangkau, kami (saya, adik dan teman-teman) biasa bergelantungan dengan kaki di atas. Saat berbuah, kami akan memanjat pohon itu sambil membawa ember kecil berisi air, pisau, dan garam...... menikmati rasa manis asam jambu air langsung di atas pohon..... Pun saat tidak berbuah ada saja yang kami lakukan di atas sana, sekedar berbincang, membaca, bermain kartu atau congklak, sampai menjadi ”detektif” dengan mengamati kegiatan para tetangga..... Teman-teman sekolah pun menjadikan rumah kami sebagai tempat favorit untuk belajar bersama, apalagi saat pohon itu berbuah.

Saat  itu, imajinasi tertinggi kami adalah merokok!!!  Dan si pohon jambu sungguh telah memberi pelajaran sangat berharga bagi kami. Rokok buatan sendiri dari benang sari bunga jambu yang sudah kering, telah sukses membuat kami terbatuk-batuk hebat sampai mengeluarkan air mata. Sejak saat itu saya tidak lagi ingin merokok.

Beberapa tahun lalu, pohon jambu mulai mogok berbuah, sehingga bapak memutuskan untuk menebangnya, selain karena batangnya yang sudah retak di beberapa tempat dikhawatirkan akan tumbang menimpa rumah. Namun ibu tetap ingin mempertahankan pohon itu, katanya nanti banyak anak-anak yang kecewa. Seperti mengerti keinginan empunya rumah, pohon jambu tiba-tiba kembali rajin berbuah, walau banyak di antaranya yang berulat.

Waktu itu saya tidak memahami perkataan ibu, sampai suatu ketika saya mengunjungi orang tua, saat pohon jambu berbuah. Merahnya buah tampak mencolok dari kejauhan. Sebatang galah bambu dan sapu lidi menyandar di batangnya. Tak lama serombongan anak memasuki halaman sambil berteriak, ”Bu, minta jambunya ya”. Ibu hanya mengangguk dari kejauhan. Lalu anak-anak itu berlarian mulai memetik jambu dengan galah, saat selesai mereka menyapu halaman dari sisa-sisa jambu dan daun yang berjatuhan saat mereka memetik. Tak lebih dari sekantung jambu yang dipetik, lalu mereka mulai berdiskusi akan membuat asinan atau rujak, lalu masing-masing menyumbangkan uang untuk membeli bahan-bahan lainnya. Kata ibu, mereka akan terus datang sampai buahnya habis, dan mereka akan bergantian memetik, menyapu dan berbagi kerja membuat panganan itu.

Ia memang bukan sekedar pohon yang menghasilkan buah, ia pohon yang mengajari kehidupan pada kami dan pada anak-anak lainnya.

 

   8 comments

Qatar Press Releases
February 1, 2016   04:06 PM PST
 
The above mentioned " Si Pohon Kehidupan " is of those people’s interest, who are about to get influenced by it and by reading different comments of people depicts that how many people are concerned about it. As people are taking part actively in coming up with their views about this news, that reveals that is the hot topic of current times.
demokrasi indonesia
February 22, 2015   09:42 AM PST
 
si pohon kehidupan yang menginspirasi
gambar bunga
December 4, 2014   08:22 PM PST
 
lanjutkan blognyaaa
Rumah Adat
November 22, 2014   08:53 AM PST
 
rindu tulisan baru blog ini
Macam Demokrasi
November 22, 2014   08:52 AM PST
 
kenapa tidak diteruskan blognya>>????
Kata Mutiara Cinta
October 16, 2013   05:29 AM PDT
 
keren banget lohhh
Sistem Indonesia
September 16, 2013   01:45 PM PDT
 
Pohon kehidupaaaan
Kata Cinta
September 16, 2013   01:44 PM PDT
 
Inspiratif...

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments